Terimakasih telah mengunjungi blog saya semoga terhibur :)

Selasa, 15 Agustus 2017

Halo, Jogja!

Jogja,
Kota indah seribu bahasa
Kota indah lekat dengan budaya
Bagian kecil dari Nusantara

Jogja,
Si kecil ikut menikmatimu
Mengagumimu dari bayang semu
Mengukir kenangan dengan rindu

Jogja,
Tak kan ku lupakan jasamu
Jika engkau rindu akanku
Panggil aku, aku siap bertamu

Jumat, 10 Maret 2017

MUNAS FORMATANI 2017

Perkenalkan kami panitia Munas Formatani 2017.
1. Abi Daulah Haque (Ketua Panitia) : pemimpin yg bijaksana, saking bijaksananya sampe ngasih jaket ke delegasi *eh
2. Riko Yanuar (Koordinator Lapangan) : selalu terngiang deadline jika mengingat namanya, berproses selama kurang lebih 8 bulan tp gabisa ikut full di hari H :((
3. Sri Rahayu Lumaksi (Kepala Bidang Acara) : Sri, Hayu, Srintil, Bu Peni, Ibu Negara, sosok keibuan yg luar biasa mengonsep acara nasional sedemikian rupa, tp punya nada panggilan menyeramkan wkwk
4. Safira Amanda (Kepala Bidang Humas) : ngomongnya enteng kaya ga ada dosa, kerjanya digembor gembor trs demi tamu undangan yg hadir contoh pemprov, rektor, dekan dll tp paling susah disuruh makan :(
5. Ficky Himawan (Kepala Bidang Pendaftaran) : pjs korlap menggantikan riko di hari H. Ga pernah serius, sekalinya serius taunya ga serius. Pusing ya pak? Gimana jd korlap dadakan? Wkwk
6. Thalya Dwi Merdianty (Kepala Bidang Usda Eksternal) : hidupnya cuma proposal dan mencari uang buat acara ini, tp masih bisa bagi waktu sm aku *ea
7. Annisa Mahardika (Kepala Bidang Usda Internal) : bakat kayanya yak bu dgn urusan usda wkwk kalau liat ini orang bawannya pengen kabur, soalnya ditagih uang mulu suruh bayar :(
8. Aulia Maulidah (Kepala Bidang Bendahara) : uang uang uang uang, diem diem kalau ada masalah dgn keuangan paling berkoar koar. Gimana bu rasanya megang duit puluhan jt? Wkwk
9. Indriari Utami Dewi (Kepala Bidang Sekretaris) : sekretaris merangkap LO. Kabid sm staff kelakuannya 11 12. Manut2 aja. Disuruh nyebur kolam ikan jg mau kok
10. Imam Mahriyansah (Kepala Bidang Perlengkapan) : menyediakan segala perlengkapan dgn luar biasa, tanpa kenal lelah. Harus nurut sm dia, kalau engga nanti dikutuk
11. M. Fadhlurrahman Helmi (Kepala Bidang Akomodasi&Transportasi) : siap 86 menjemput dan mengantar delegasi maupun panitia, bensin, dan ciri khasnya "selaaaauuuuuwwwww"
12. Arienda Anmolia (Kepala Bidang Dekorasi) : baju, banner, backdrop, photobooth, dia yg buat nih. Tp ada satu pertanyaan yg terngiang, udah resmi bu?
13. Nizarrudin Nazmi (Kepala Bidang Dokumentasi) : dari awal terbentuk panitia hingga acara sudah selese masih ada deadline jobdesk loohh
14. Lutfi Telaumbanua (Kepala Bidang Konsumsi) : mikir keras untuk menyediakan makanan sebanyak 200an dgn harga yg minim. Hidup nasi bungkus!!
15. Wida Fauziah (Kepala Bidang L.O.) : ibu dari para LO untuk mengayomi dan menemani para delegasi. Salam Anaconda!!
16. Hilman March Rafidan (Kepala Bidang Publikasi) : ...............
Yaak, inilah keenam belas kepala bidang, korlap, dan ketua Munas Formatani 2017. Semoga selalu terjalin silaturahmi sampai Munas selanjutnya! Bangga termasuk ke dalam bagian ini, apalagi jd kabid wkwk walaupun sempet jd pjs korlap sehari trs dibatalin. Seneng bekerjasama dgn kalian rempong jadulkuu!!

Selasa, 14 Oktober 2014

Tukang Nasgor

Pas malem gua kan laper ya terus pengen makan eh tukang nasgor lewat, gua panggil aja kan ya
H : mas beli
T : beli mas?
H : iya mas beli mie goreng
T : nasi?
H : mie mas
T : nasi goreng?
H : mie goreng maas (udah mulau kesel)
T : jadi mau apa engga mas?
H : mas jualan nasi goreng kan?
T : iya mas
H : nah saya mau beli mie goreng
T : oh mie goreng
H : tai lu ee pipis kuda kutil mecin tele ayam (dalem hati)
TRUE STORY

Kamis, 02 Oktober 2014

Ini perjalananku, mana perjalananmu?

TK Alyssa lulus selama 2 tahun beranjak menjadi siswa di SDN Polisi 1 Bogor. Selama 6 tahun mengalami pasang surut nilai akhirnya lulus juga jadi siswa SMPN 2 Bogor. 3 tahun belajar disini rasanya ga betah sama sekali kayak kura kura salah masuk tempurung. Setelah lulus melanjutkan ke SMA PLUS YPHB Bogor sekolah islam swasta yg ga banyak orang yg tau. Kisah sedih di hari minggu kalah sama kisah suka duka selama di SMA. 3 tahun menjalani pelajaran penjurusan yg rumit dan pertemanan yg lagi indah indahnya harus dipisahkan dengan kelulusan. Sekarang sedang menjalani dunia perkuliahan. Dimana siswa jadi mahasiswa, dewa jadi mahadewa, dewi jadi mahadewi, dan barata menjadi mahabarata. Baru sebulan sih tapi kerasa lama banget disini di purwokerto lebih tepatnya Univeraitas Jenderal Soedirman. Lebih bebas, lebih santai, tapi tugasnya lebih mengerikan. Sekarang sih baru semester satu dan UTS pun belum. Masih banyak tantangan berikutnya di semester selanjutnya. Semangat!

Minggu, 17 Agustus 2014

Drama Komedi Cinderella

Cinderella
                Pada suatu hari , hiduplah seorang putri yang sangat cantik dan kaya yang bernama Cinderella , dia hidup di kerajaan bersama dengan ayah dan ibunya , ayahnya bernama Charlie dan ibunya bernama Ling-Ling .

Charlie                     :”Cinderella , kamu sudah kaya dan cantik tetapi kenapa kamu belum menemukan pasangan hidup sampai saat ini?”
Cinderella                :”Maaf daddy , tetapi sampai saat ini aku belum menemukan pendamping hidup yang cocok denganku”
Ling-ling                 :”Tetapi Cinderella , bukankah sudah banyak laki-laki yang melamar kamu sampai saat ini?”
Cinderella                :”Memang benar sudah banyak yang melamarku , tetapi mereka semua tidak sesuai dengan harapanku . Aku ingin laki-laki yang kaya raya , tampan , dan bisa memberikan aku emas 24 karat ! “
Ling-ling                 :”Yasudahlah terserah apa katamu saja , daddy dan mommy hanya menuruti keinginanmu saja”
Charlie                     :” Mommy jangan terserah-terserah saja dong , aku ingin cepat-cepat menimang cucu!”
Ling-ling                 :”Biasa aja keleeeess daddy” (muka melas)
Charlie                     :”Udah biasa sih , pokoknya daddy akan carikan calon sumai kamu melalui sayembara” (tutup pintu)
Cinderella                :”DADDY!!! DADDY!!”
Deddy Corbuzier     :”Anda memanggil saya ?”
Cinderella                : (muka bingung)

                Disuatu tempat , jin yang bernama tomangski ingin melamar kerja di langit ke-25

Tomangski              :”Punten bor abdi…”
Ridski                      :”Bar bor bar bor , kamu gatau saya ? saya siapa coba ?”
Tomangski              : (muka bingung) ”Situ staf doang kan ….?”
Ridski                      :”MENEJER!”
Rina                         :”MENEJER!”
Tomangski              :”Megener..?”
Ridski                      :”MENEJER!!!”
Rina                         :”MENEJER!!!”
Ridski                      :”Halah! Jangan mentang mentang kita kembar ya kamu jadi ngikutin semua ucapanku!”
Rina                         :”Ampun saudara kembar”
Tomangski              :”Aduh ko situ berdua malah berantem sih?
Rina                         :”Ini orang komen aja kaya pesbuk”
Ridski                      :”Path kali sekarang mah, udah ga jaman pesbuk pesbukan”
Tomangski              :”Aduh mba mas ini saya mau bertanya ya, menejer kerjanya apa ya mas? Saya daritadi bingung”
Ridski                      :”Gak usah banyak Tanya deh , ada urusan apa kamu datang kemari ? Dan siapa namamu ?”
Tomangski              :”Nama saya tomangski dan saya ingin melamar kerja disini , bisakah saya kerja disini ?”
Ridski                      :”Hemmmm……..bisa sih , tapi kamu harus memenuhi satu syarat”
Tomangski              :”Apaan tuh mas ?”
Ridski                      :”Mau tau banget apa mau tau aja?”
Tomangski              :”Halah halah , serius kelees”
Ridski                      :”Kamu harus melakukan satu kebaikan di bumi”
Tomangski              : (muka berpikiri) ”Hemm…. Hanya itu saja? Baiklah kalau begitu , aku akan turun ke bumi dan memenuhi syarat tersebut”
Ridski                      :”Yaps , memang hanya itu saja. Jangan terlalu lama , nanti keburu lowongan kerja disini kadaluarsa”
Tomangski              :”SIAP!!”

                Setelah Tomangski pergi turun ke bumi untuk melakukan kebaikan di bumi , ia bertemu seorang wanita yang cantik , wanita itu bernama Nawang Wulan . Setelah sampai di bumi jin Tomangski berganti nama agar penyamarannya berhasil dan ia memutuskan namanya menjadi Jaka Tarub . Wanita cantik tersebut sedang mencuci selendangnya di tepi sungai Amazon . Tomangski pun mencoba mendekati wanita tersebut .

Tomangski              : (terkagum) ”Cantik sekali wanita itu , andai aku bisa berkenalan dengannya”

                Nawang wulan dan ke-2 wanita lainnya sedang bermain air di pinggir sungai . Mereka tidak tahu jika Jaka Tarub mengintipi mereka , lalu Jaka Tarub mengambil selendang Nawang Wulan dengan harapan dia mau dinikahi dengan Jaka Tarub .

Nawang Wulan       :”Aliran air di sungai inilah yang membuatku selalu ingin kembali ke bumi”
Wanita 1                  :”Iya kamu benar sekali , airnya begitu segar , sejuk , bersih , dan bening sekali”
Wanita 2                  :”Ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita !”

                Berjalan menuju bebatuan…

Nawang Wulan       :”TTIIDDAAAAKK!!!”
Wanita 2                  :”Ada apa Nawang Wulan?”
Wanita 1                  :”Kamu kenapa Nawang Wulan?”
Nawang Wulan       :”Selendangku hilang , selendangku hilang , selendangku hilang , bagaimana nasibku ini?”
Wanita 1                  :”Coba diingat-ingat dulu , mungkin kamu lupa menaruhnya dimana”
Nawang Wulan       :”Tidak ! aku sangat yakin kalau selendangku aku taruh disini”
Wanita 2                  :”Aduh bagaimana ya ? Hari sudah senja , sepertinya kita harus segera pergi dari sini “
Nawang Wulan       :”Tapi bagaimana denganku ?”
Wanita 2                  :”Maaf kami harus meninggalkamu disini”
Wanita 1                  :”Dadaaah Nawang Wulan kami akan selalu mengenangmu”

                Mereka pun pergi ke kahyangan meninggalkan Nawang Wulan sendiri , setelah kejadian itu , Jaka tarub datang menghampiri Nawang Wulan .

Tomangski              :”Apa benar ini selendang milikmu?”
Nawang Wulan       :”Selendangku ! Iya benar ini selendangku ! Mengapa selendangku bisa ada di kamu ?”
Tomangski              :”Mohon maaf , tadi aku mengambil selendangmu. Karena kecantikanmu yang membuatku berjalan menghampiri selendangmu dan mengambilnya”
Nawang Wulan       :”Bukan begini caranya jika kamu ingin berkenalan denganku . Aku tidak bisa pergi ke kahyangan bersama teman-temanku tanpa selendang itu”
Tomangski              :”Maafkan aku , aku sungguh minta maaf…”
Nawang Wulan       :”Sudahlah , yang penting selendangku ketemu . Aku pergi dulu ya , dadaaaahh”
Tomangski              :”Tunggu dulu !! Kamu belum menyebutkan namamu!”
Nawang Wulan       :”Namaku Nawang Wulan”

                Nawang Wulan pun lalu pergi ke kahyangan meninggalkan Jaka Tarub . Jaka Tarub meresa bersalah telah mencuri selendang Nawang Wulan . Dia juga belum melakukan satu kebaikan pun di bumi ini . Dengan perasaan rasa bersalah , dia berjalan ke dalam kota dan menemukan sebuah sayembara . Sayembara itu berisikan ‘Siapa yang merasa dirinya pantas untuk putri Cinderella , silahkan datang ke istana’

Tomangski              :”Cin…de…re…lla…cantik juga , mungkin aku bisa menikahi dia dulu baru melakukan kebaikan”

                Di istana tempat Cinderela dan orang tuanya tinggal…

Charlie                     :”Mommy , aku sudah menyebarkan sayembara ke seluruh kota , bagaimana menurutmu ?”
Ling-ling                 :”Loh , mengapa kamu menyebarkan sayembara tanpa sepengetahuanku ? Bagaimana jika Cinderella marah dan tidak mau memenuhi sayembara itu ?”
Charlie                     :”Sudahlah mommy , kamu jangan terlalu memanjakan anakmu , lihatlah dia sekarang , dia tidak baik dan lugu seperti dulu lagi , sekarang dia menjadi sombong dan terlalu milih-milih”
Ling-ling                 :”Maafkan aku daddy , aku hanya ingin anakku bahagia saja”
Charlie                     :”Kamu pikir aku melakukan semua ini untuk apa ? Aku juga ingin anak kita menikah ! Aku ingin menimang cucu seperti raja-raja lainnya !”
Cinderella                :”Ada apa ini ribut-ribut ? Mommy kenapa? Daddy marah-marah lagi?”
Ling-ling                 :”Mommy gapapa ko cin..”
Cinderella                :”Ada apa sih daddy?”
Charlie                     :”Ini , daddy menyebarkan sayembara ke seluruh kota . Daddy hanya ingin mempermudah kamu mencari pasangan”
Cinderella                :”Apaan sih daddy!? Aku kan manusia , bukan barang yang hendak diperjualbelikan!!!” (berlari pergi ke kota)
Ling-ling                 :”Lihat apa yang kamu perbuat”
Charlie                     :”Biarkan saja , nanti juga membaik sendiri”

                Di tengah keramaian kota…

Cinderella                :”Aku kan bukan barang yang bisa dijadikan sayembara seperti itu , harga diriku seperti hilang begitu saja” (Sambil menangis tersedu-sedu)
Ling-ling                 :”Cinderella , tunggu mommy”
Cinderella                : (terdiam dan menangis)
Ling-ling                 :”Kamu menangis Cin ? kamu kenapa ?”
Cinderella                :”Aku tidak menyangka mom , daddy seperti itu”
Ling-ling                 :”Niat daddy kamu itu baik kok . Tapi mungkin caranya saja yang salah”
Cinderella                :”Daddy JAHAT!!!” (sambil menangis semakin keras)
Ling-ling                 :”Cin , kamu gak boleh begitu , kamu yang sabar ya , jangan nangis lagi dong nanti cantiknya hilang loh”
Cinderella                :”Baik mom , memang Cuma mommy yang paling mengerti aku”
Lingling                   :”Mommy gitu loh! Ayo kita pulang lagi ke istana. Kita turuti saja kemauan daddy kamu itu. Mungkin dengan jalan ini cinta sejati kamu akan datang”
Cinderella                :”Iya mom”

                Setelah Cinderella dan mommy-nya kembali ke istana , ternyata hanya ada 3 orang yang ingin melamar Cinderella sebagai istrinya. 3 orang itu bernama Emen , Usro , dan Jaka Tarub.

Cinderella                : (terheran) ”Tidak seperti yang aku bayangkan. Ternyata sedikit sekali yang ingin melamarku. Apa karena sifat aku yang jelek dimata mereka ya?”

                Di tengah kota…

Jaka Tarub               :”Tak bisa kubayangkan jika aku bisa menjadi suami dari Cinderella yang cantik itu. Akan bahagia sekali hidupku”
Usro                        :”Loh kamu siapa? Kenapa kamu menyebutkan nama calon istriku?”
Jaka Tarub               :”Aku Jaka Tarub. Lalu kamu siapa?”
Usro                        :”Kenalkan namaku Usro Bangladesh. Shioku ayam dan zodiakku Taurus. Aku anak kelima dari 3 saudara yang dilahirkan orangtuaku”
Jaka Tarub               :”Anak kelima dari 3 bersaudara?”
Usro                        :”Mulut mulut siapa? Kalau aku salah ngomong apa ngaruh sama masa depanmu , Jaka Tabur?”
Jaka Tarub               :”Menyebutkan namaku saja salah , bagaimna nanti menyebut nama tuan putri Cinderella”
Emen                       :”Ada apa ini ribut ribut? Kalian mau ikut sayembara yang diadakan oleh raja kan? Mari kita tunjukkan saja disana , siapa yang lebih baik”
Jaka Tarub dan
Usro                        :”OKE!!”
Usro                        :”Tetapi nama kamu siapa ya?”
Emen                       :”Kalian gatau superhero yang bisa terbang dan memakai celana dalam diluar itu? Kenalkan nama aku Suparman. Orang orang di kotaku memanggil namaku dengan sebutan Emen”
Usro                        :”Oh Emen. Aku kira namamu bagus sesuai tampangmu. Ayo kita buktikan di istana”
Emen                       :”Hasyemeneh. Let’s do it!”

                Mereka pun berjalan dengan gagahnya menuju istana. Sesampainya di istana mereka disambut dengan baik oleh Raja Charlie dan Ratu Ling Ling.

Charlie                     :”Silahlan masuk para pelamar anak semata wayangku”

                Lalu , Cinderella datang. Cinderella sudah tau jika hanya 3 orang saja , tetapi dia tidak tau jika yang melamar Cinderella adalah pria yang sesuai dengan kriterianya. Cinderella senang tetapi hatinya belum bisa berkata iya untuk salah satu dari ketiga pelamar tersebut. Dan dia memutuskan untuk menolak semua pelamar tersebut.

Cinderella                :”Kalian kaya , tampan dan membawa emas 24 karat. Tetapi hati aku ini tidak bisa dibohongi , aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian. Maaf ya”
Usro                        :”Halah halah”
Emen                       :”Kalau gitu gausah deh aku bela belain datang kesini”
Jaka Tarub               :”Gagal lagi , gagal lagi”

                Setelah kejadian penolakan tersebut, ketiga pria tadi Emen, Usro dan Jaka Tarub pergi meninggalkan istana. Jaka Tarub teringat sesuatu ketika dia berjalan di pinggiran kota. Dia gagal lagi melakukan satu kebaikan. Dia sangat menyesal menyianyiakan waktunya di bumi.

Jaka Tarub               :”Duh lupa nih aku kan harus melakukan kebaikan. Harus bagaimana aku ini ya Tuhan?”
Tinkerbol                 :”Hai manusia yang sedang kesulitan. Aku disini untuk meringankan bebanmu. Karena aku ini adalah peri”
Jaka Tarub               :”Masa tahun 2014 masa ada peri perian”
Tinkerbol                 :”Aku memang peri ih. Nih lihat tongkatku bisa mengeluarkan serbuk kedamaian”
Jaka Tarub               : (terkagum) “Waaah kereeeeen. Ngomong ngomong nama kamu siapa peri?”
Tinkerbol                 :”Namaku Tinkerbol. Temennya Peterman”
Jaka Tarub               :”Oh yang di tipi tipi itu ya?”
Tinkerbol                 :”Benar sekali. Sekarang apa yang bisa aku bantu?”
Jaka Tarub               :”Aku diturunkan dari langit ke-25 untuk melakukan satu kebaikan. Katanya sih itu syarat untuk aku bekerja disana”
Tinkerbol                 :”Oh begitu, lalu?”
Jaka Tarub               :”Tapi aku bingung aku harus melakukan apa peri. Apa aku carikan saja calon suami untuk Cinderella ya?”
Tinkerbol                 :”Boleh juga tuh ide kamu. Aku akan bantu carikan kamu calon suami untuk Cinderella. Hemmmm…..Aku melihat di tongkatku, ada sesosok laki laki. Tetapi dia dari keluarga miskin”
Jaka Tarub               :”Keluarga miskin? Apa mau ya Cinderella dengan dia?”
Cinderella                :”Kamu mau aku bantu atau tidak? Jika kamu mau, datanglah ke gubuk kecil di tengah sawah belakang Gunung Kelud”
Jaka Terub               :”Terima kasih peri Tinkerbol”
Tinkerbol                 :”Sama sama ting”

                Di lain tempat di istana, Cinderella bertanya kepada cerminnya mengapa dia tidak menemukan cinta sejatinya.

Cinderella                :”Aku bingung harus curhat ke siapa lagi. Apa sih yang membuat aku susah mendapatkan jodoh?”
Cermin                    :”Jodoh di tangan Tuhan Cinderella”
Cinderella                :”Siapa itu?! Darimana asal suara itu?!”
Cermin                    :”Aku disini, di dalam cermin”
Cinderella                : (kaget)
Cermin                    :”Menurutku, kamu terlalu memilih milih Cinderella. Banyak laki laki yang ingin menjadi suami kamu tapi semuanya ditolak begitu saja. Kalau aku bisa bantu, aku bisa melihat masa depanmu”
Cinderella                :”Masa depanku? Seperti apa masa depanku? Seperti apa laki laki yang akan menjadi suami aku nanti?”
Cermin                    :”Aku tidak bisa berkata banyak. Tapi aku hanya bisa mengatakan, janganlah memilih milih laki laki lagi. Dan siapapun atau dari kalangan manapun kamu harus bisa menerima apa adanya”

                Cinderella pun merenungi setiap perkataan dari cerminnya tersebut. Dia berusaha memahami apa yang disampaikan cerminnya.

                Di pinggiran sawah belakang Gunung Kelud…

Jaka Tarub               ;”Gubuk kecil ditengah sawah belakang Gunung Kelud. Ini pasti tempatnya”

                Jaka Tarub melihat ada 3 orang di gubuk itu. 2 laki laki dan 1 wanita. Jaka Tarub menghampiri mereka dan mencari calon suami untuk Cinderella.

Jaka Tarub               :”Assalamualaikum”
Riko                        :”Waalaikum salam. Mencari siapa mas?”
Fred                         :”Siapa itu nak?”
Jaka Tarub               :”Nama saya Jaka Tarub. Saya disini ingin mencari calon suami untuk Cinderella putri Raja Charlie dan Ratu Ling Ling”
Fred                         :”Hahahaha. Itu lelucon yang sangat lucu nak”
Betty                        :”Iya hahahaha tidak mungkin kamu mencari calon suami untuk seorang putri yang sangat kaya raya disini. Kami hanya orang miskin dan anak kami pun tidak pantas untuk dia”
Riko                        :”Benar sekali itu mas. Saya tidak mungkin menjadi suami tuan putri bahkan menjadi calon suaminya saja saya sudah merasa tidak pantas”
Jaka Tarub               :”Sebelumnya bolehkah saya tau nama anda siapa?”
Riko                        ;”Riko”
Fred                         :”Fred. Bapak Fred”
Betty                        :”Panggil saja saya Tante Betty”
Jaka Tarub               :”Baik terima kasih, jadi begini. Mungkin anda atau kalian siapa tidak percaya dengan maksud kedatangan saya. Tapi izinkan saya untuk membawa putra bapak dan tante ini ke istana untuk saya jodohkan dengan Cinderella”
Fred                         :”Bagaimana ini bu?”
Betty                        :”Ibu sih terserah Riko saja. Jika Riko percaya dengan anak muda ini. Silahkanlah ikut dia ke istana”
Riko                        :”Jika memang niatmu baik, aku akan ikut denganmu. Aku minta izin ya pak bu”
Fred                         :”Jangan macam macam ya dengan anak saya, jika saya mendengar anak saya terluka atau semacamnya saya akan mencari dirimu”
Jaka Tarub               :”Tenang saja Bapak Fred. Akan aku pegang amanatmu”

                Jaka Tarub dan Riko pun pergi menuju istana. Sebelum ke istana mereka mampir ke kota dulu untuk membelikan Riko baju dan celana baru.

Riko                        :”Bagaimana penampilanku sekarang? Sudah menjadi anak gaul istana belum?”
Jaka Tarub               :” Te o pe be get e lah bray”

                Di istana…

Jaka Tarub               :”Assalamualaikum”
Charlie                     :”Waalaikum salam. Silahkan masuk”
Ling Ling                :”Kamu laki laki yang waktu itu ikut sayembara kan? Ada apa datang kesini lagi?”
Jaka Tarub               :”Iya benar. Saya datang kesini membawa teman saya untuk melamar Cinderella”
Riko                        :”Riko tante, Riko om”
Ling Ling                :”Bagaimana ini dad? Apa Cinderella masih mau menerima pelamar lagi?”
Charlie                     :”Kita coba dulu saja mom, siapa tau ini jodohnya”
Ling Ling                :”Okelah daddy”
Charlie                     :”Cinderellaaaaaa”

                Cinderella datang…

Cinderella                :”Iya dad ada apa?”
Charlie                     :”Ini Jaka Tarub, orang yang pernah mengikuti sayembara itu loh. Dia membawa temannya untuk melamar kamu”
Cinderella                :”Aduh dad, aku lagi ga mood nih”
Ling Ling                :”Sudahlah Cinderella temui dulu saja. Kalau kata mommy sih ganteng bangeud”
Cinderella                :”Iya deeh”

                Cinderella dan Riko pun saling bertatap wajah satu sama lain karena saling mengagumi.

Cinderella                : (bengong) Cinderella
Riko                        : (bengong) Riko
Jaka Tarub               :”Hey hey kenapa jadi pada bengong begini?”
Cinderella                : (teriak) “aaaaaaaaaaaa!!”

                Cinderella pun pergi dengan membawa cerminnya. Dia ingin bertanya apakah ini cinta sejati Cinderella selama ini.

Cinderella                :”Cermin! Cermin! Jawab aku cermin!”
Cermin                    :”Biasa aja keles. Ada apa Cinderella?”
Cinderella                :”Aku bertemu dengan laki laki yang berhasil membuat aku jatuh cinta. Aku bingung harus bagaimana, aku tidak pernah mengalami perasaan yang menggebu gebu ini”
Cermin                    :”Jika kamu yakin dengan dia, terimalah dia. Jadikanlah dia suami dan ayah untuk anak anakmu nanti”
Cinderella                :”Aku sangat yakin cermin, dia pasti cinta sejatiku”

                Riko datang…

Riko                        :”Hai Cinderella. Mengapa kamu berbicara dengan cermin?”
Cinderella                :”Ehhh hai Riko. Eng…..engga ko gapapa”
Riko                        :”Bener gapapa?”
Cinderella                :”Bener ko Rik. Ada apa kamu kemari?”
Riko                        :”Aku Cuma mau bilang, mau kah kamu menikah denganku?”
Cinderella                :”Aku ga mimpi kan? Ini nyata kan?”
Riko                        :”Ini ga mimpi dan ini benar benar nyata”
Cinderella                : (gugup)
Riko                        :”Lalu jawabannya Cinderella?”
Cinderella                :”Tentu saja iyaa”

                Akhirnya Cinderella menemukan cinta sejatinya. Cinderella dan Riko pun menikah. Dengan pesta pernikahan yang sangat megah seperti sedang menonton konser dangdutan. Cinderella berterima kasih kepada Tuhan karena telah menemukan cinta sejatinya. Setelah itu Jaka Tarub merasa dirinya telah melakukan satu kebaikan. Ketika berjalan di tengah kota tiba tiba dia pingsan.

Jaka Tarub               :”Alhamdulilllah. Aku berhasil menjodohkan Cinderella dengan Riko> Loh loh ko tubuhku melemas, aduh kenapa ini?” (pingsan)

                Di langit ke-25…

Ridski                      :”Bangun kamu Tomangski bangun!”
Tomangski              :”Tomangski? Aku ini Jaka Tarub!”
Rina                         :”Ini sudah bukan di bumi lagi. Lihat sekelilingmi”
Tomangski              : (melihat lihat)
Ridski                      :”Kamu sudah berhasil memenuhi syarat yang aku minta. Tapi dengan sangat amat disayangkan, disini sudah tidak ada lowongan kerja lagi. Maaf”
Tomangski              :”APA!!!! Lalu siapa yang mengambil lowongan kerjaku disini?!!” (marah dan kesal)
Ridski                      :”Hey kamu pegawai baru. Kemarilah!”
Rina                         :”Iya cepat kemarilah!”
Deddy Corbuzier     :” Anda memanggil saya ?”

                                                                                                TAMAT
Charlie (Bapak Cinderella)                      : Aditya Nugraha
Ling Ling (Ibu Cinderella)                      : Vega Febriana
Cinderella                                                : Julivia Safarina
Ridski dan Emen                                     : Joko Suryo
Tomangski alias Jaka Tarub                    : Faris Hadyan
Nawang Wulan                                       : Lydia Annisa
Wanita 1                                                  : Farah Abdat
Wanita 2                                                 : Desinda
Usro dan Deddy Corbuzier                     : Ewaldo Radifan
Peri  Tinkerbol                                        : Davi Mardha
Riko                                                        : Hilman March
Fred (Ayah Riko)                                    : Andika Kurniadi
Betty (Ibu Riko)                                      : Revana Anjani
Cermin                                                    : Kamila Kayla
Rina (Saudara kembar Ridski)                : Gianita Sarasvaty

Created by : Hilman March Rafidan

Selasa, 29 Juli 2014

Fourangers (XI IPA 4)

Baru posting lagi nih. Kali ini gua mau bahas tentang masa masa atau kenangan gua pas kelas 11. Awal masuk kelas ya ampun berasa sendiri banget, temen sekelas dari kelas 10 cuma rahman, cabe, dan alm nada. Dulu mah duduknya berempat berempat, aneh acin. Acara kelas pertama itu berenang di jungle, beruntunglah kita ada ewaldo yg bapaknya kerja disitu(bukan tukang sapu ya) jadi kita bayarnya lebih murah. Kalau ga salah inget sih yg ikut berenang itu cuma berempat, gua, aldo, pras, sama ical. Balik renang makan di ayam aroma beuh ajib. Terus gua pernah berantem sama akhyar, gara gara dia mukul kepala gua pake buku (gua sensitif men kalau daerah kepala dipukul atau disakiti) akhirnya kita berantem di depan kelas sampe baju putih gua sobek. Oh iya tim futsal kita ada loh cuma jujur nih rada payah, ga diunggulkan, kalah mulu. Yg jago ya cuma akhyar, pras, gm, cuma dikit deuh. Kipernya ga ada, tapi untung ada ical sama rian jadi kiper karbitan. Kita juga bikin baju futsal, beuh gajelas bajunya! Warna dasar putih dengan dihiasi warna ijo stabilo dan merah. Lambangnya sih lumayan. Terus kita ada acara yg akhirnya hampir semua bisa dateng. Bbqan ceritanya mah di rumah ayu. Jauh teh kalau naik motor ampe angus nih pantat, mana gelap. Yg kocak mah masa acara kelas kita tapi ada si faka, anak mana tuh diundang aja kaga. Terus kita juga ke taman safari, kalau kata rian sih main aja bukan acara kelas. Pertama kali tuh gua naik wahana apa tuh yg tinggi banget terus cuma naik turun? Tau kan? Lupa euy. Nah itu wahana cacat abis di taman safari. Udah mah naiknya lama, udah nyampe atas stuck diem 1 menit lebih mah ada itu, mana gerimis pula makin merinding gua. Abis itu naik kereta hantu, akhirnya gua berani naik setelah sekian lama. Ada pengalaman mistis juga nih. Pas kita lagi naik nyari air tetjun gua jalan duluan sama aldo soalnya yg lain jalannya lama terus pas udah mau bubarab si rahman puspa baru cerita lagi kalau mereka lama karena nungguin gua sama aldo dikamar mandi. Mereka liat kita berdua masuk ke kamar mandi sambil keketawaan padahal gua sama aldo udah sampe air terjun bareng sri juga. Ih sereeem. Gua sama aldo ada kembaran mistisnya. Terus pulangnya sampe udah berkabut dan kita makan di saung kuring puncak kalau ga salah. Oh iya yg ikutan juga dikit nih cuma gua, ical, edwan, aldo, rian, pras, puspa, rahman, dan sri. Yg pasti gua inget banget mah pas mati lampu! Lagi enak enak makan malah mati lampu. Kebelet pula. Yaudah gua pipis, eh taunya ada orang eek ga ditutup pintunya ih uyywhhhh. Terus lanjut kita acara lagi nih ke rumah sri bbqan juga. Rumahnya gede bingits, lampunya ya ampun mahal pasti. Terus juga mobil puspa lecet dan spionnya kena tembok alhasil nangislah dia. Makan, bakar bakar, foto foto dan pulang. Terus ada juga buka puasa di rumah sri. Yg lain naik mobil gua doang nih yg naik motor sama aldo strong abis. Buka dijalan pula. Terus edwan dateng bawa duren apa pisang ya gua lupa daru sukawening langsung kerumah sri, wedaan. Gua juga pernah loh nangisin cewe. Yg pertama puspa, gua sih cuma iseng bilang kalau dia pake pemutih tadinya masih lucu eh taunya dia jadi nangis. Terus davi. Gua cubitin mulu tiap hari katanya sih dia saking keselnya dicubitin mulu akhirnya dia nangis. Nah kalau bebey gua bentak eh nangis dianya, rapuh emang. Ada juga acara ke dufan nih, mayan 15 orang. Beuh ajib, kita foto ala ala power ranget gitu ngelawan dufan defender, mungkin kalau dibogor kita pulang udah make kresek kali mukanya ya saking malunya, untung dijakarta diliatin sedufan dufannya juga gapapa. Terus kocak tuh kerudung bebey lepas pas naik tornado. Kerudung ayu kusut jadi dia kesel terus dilepas deh. Kitaa makan mcd disana. Terus untuk pertama kalinya gua naik kincir angin. Omg, ini wahana yg lu lu semua bilang romantis?? Bullshit, serem abiis apalagi kalau udah nyampe atas terus diputer gitu ih yaampun. Sebelum balik kita ajep ajep dulu di dufan mayan deh ngilangin cape dikaki. Eh si aldo dapet pin dari dufan gara gara jogetnya ashoooy.  Terus apalagi ya? Oh iya kita bikin sweater kelas nih satu satunya di kelas 11 yg bikin sweater walaupun pas jadi malah kaya baju koko. Gua duduknya ngacak pusing, hari ini disini besok disana. Tapi akhirnya sih gua duduk sama putri, lumayan biar nular dikit pinternya. Kalau ulangan nih ya beuh udah kaya lagi shooting fast furious, lari semua biar dapet bangku di belakang. Kita juga disuruh bikin film, jadi artis gueeeee. Film pertama gua, gua jadi peran utama dan lumayan sukses walaupun kepending gara gara gua sakit. Film berikutnya gua jadi pemeran pembantu doang nihh. Film di flashdisk gua cuma satu film tentang persahabtan, tentang si rian deuh peran utama dia. Ternyata suara gua aneh kalau direkam!!! Terus kita jalanin ujian praktek senam. Ada goyang hawainya yaa. Oh iya kita juga ada bukber dikitan di rumah ewaldo. Terus ke bnr deh. Dan munculah konflik gua dengan thalia. Kuta juga sempet bbqan di rumah ewaldo yg baru terus pulangnya kita nginep gua iki doang sih dirumah ewaldo. Di penghujung semester kita ada acara homestay nih nginep di rumah rumah orang yg kurang mampu biar kita merasakan jadi mereka. Lah gua mah apa atuh, homestay jadi holiday. Orang orang kerja ya gua tidur, main kartu, nonton tv haha. Acara terakhir kita bareng bareng itu bukber taun kemaren, di white papper. Tau ga? Udah tutup sekarang mah. Dresscode biru biru yg dateng mejikuhibiniu. Pulang acara ini thalia minta maap ya gua maapinlah secara gua baik hati dan tidak sombong. Udah semutan nih tangan, udah dulu ya salan kangen salam rangers!!! Miss ah

Kamis, 28 November 2013

Cerpen Pinokirno



Pinokirno
Perkenalkan namaku Pinokirno. Aku seorang pekerja tambang yang tinggal di Desa Hidung Mancung. Desaku ini terkenal dengan kebohongannya, jika salah satu penduduk desa ada yang berbohong maka hidungnya akan memanjang hingga disebutlah Desa Hidung Mancung. Tetapi, hanya aku seorang yang memiliki hidung normal bahkan tidak memanjang sedikit pun. Saat aku bekerja, terkadang aku terheran - heran ketika aku sedang menambang berlian semua orang melihatku dan berkata,
“Mengapa kamu bekerja seperti kami ini? Dengan wajahmu yang rupawan serta hidungmu yang sama sekali tidak mancung atau memanjang seperti kami, kamu tidak pantas untuk bekerja disini kamu lebih pantas bekerja di sebuah gedung besar di ibu kota sana”.
Aku hanya tertawa kecil dan tersenyum, inilah hobiku inilah yang dilakukan keluargaku sejak dahulu. Aku memang ingin bekerja dengan jas hitam serta kemeja putih di sebuah gedung besar di ibu kota, tapi apa daya aku tidak bisa meninggalkan keluargaku disini, di kota kelahiranku. Dan aku juga telah menjadi tulang punggung keluarga setelah Bapakku pergi merantau ke ibu kota untuk mencari nafkah buat keluargaku.
Pada suatu hari di sebuah tambang tua, aku melihat sekumpulan orang yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu. Tidak lama kemudian, datanglah mobil hitam yang mengkilat di setiap sisinya. Terlihat seseorang turun dari mobil itu dan menembaki seseorang di antara sekeumpulan orang tadi, yang kulihat ternyata dia adalah Krisna. Krisna adalah kerabatku sejak SMA. Dia sangat pemberani dan memiliki sifat pemberontak. Jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Krisna, dia pasti berdiri dan mengutarakan apa yang ada di pikirannya tanpa berfikir apa yang akan terjadi nanti. Ketika aku sedang melamun dan pikiranku menjadi tidak fokus akibat kejadian yang aku lihat tadi, salah satu dari sekumpulan orang tadi menghampiriku dan berkata dengan tegasnya,
“Apapun yang kamu lihat tadi, jangan sampai ada yang mengetahuinya. Jika ada satu orang pun yang tahu tentang semua ini, aku akan mencarimu dan membuat hidupmu tidak akan tentram!”,
“Bahkan aku bisa membuatmu mati di tempat!”, tegasnya dia ucapkan lagi.
Dengan perasaan bingung dan risau, aku putuskan untuk melaporkan apa yang aku lihat tadi ke pihak yang berwajib. Setibanya di kantor polisi, aku menceritakan semua yang aku lihat, dari awal aku datang ke tempat kejadian di dekat tambang dimana aku bekerja sampai di saat salah satu dari mereka menghampiriku.
“Begitu Pak kronologi cerita penembakan kerabat saya, Krisna. Semoga kasus ini akan segera selesai ya, Pak”, ucapku kepada Pak Polisi yang ku kutehai bernama Hendrawan.
“Tenang saja Pak, kami akan memproses masalah ini secepatnya, agar saudara Bapak Pinokirno ini dapat hidup tentram dan tidak terbayang - bayangi dengan kasus ini”,
“Oke, terima kasih Pak”.
Setelah empat hari tidak ada kabar dari kepolisian, akhirnya handphone berdering. Langsung saja aku angkat handphoneku dengan harapan bahwa yang menelfon dari kepolisian yang ku datangi beberapa hari lalu. Ternyata memang benar, yang menelfonku adalah Pak Hendrawan.
“Halo, selamat siang. Saya dari kepolisian ingin menyampaikan kelanjutan kasus yang Bapak sampaikan kepada kami beberapa hari lalu. Bisakah Bapak datang kemari untuk kami jelaskan informasi lebih lanjut?”,
“Selamat siang Pak. Saya akan segera kesana”.
Dengan berpamitan kepada orang tuaku dan meminta izin untuk tidak bekerja hari ini, orang tuaku mengiyakan dan mendoakanku semoga kasus ini cepat selesai. Jarak yang ku tempuh cukup jauh, tapi karena niatku sudah bulat untuk menyelesaikan kasus ini akan aku tempuh jarak tersebut walau terik matahari di tengah siang.
“Mau kemana Mas Pinokirno ini?”, Tanya salah satu dari pekerja tambang yang lewat di tengah jalan.
“Aku mau ke kantor polisi”,
“Loh, memangnya ada apa Mas?”, “Apakah Mas Pinokirno melakukan kesalahan dan harus masuk jeruji besi?”,
“Tidak kok Mas, saya hanya dipanggil sebagai saksi pembunuhan Krisna beberapa hari lalu”,
“Oh kalau begitu, hati hati di jalan ya Mas Pinokirno, semoga kasus pembunuhan Mas Krisna juga cepat selesai”,
“Aamin Mas aamin”.
Ku tempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah ke kantor polisi yang ku datangi beberapa hari lalu. Setibanya di kantor polisi, aku disuruh menunggu beberapa menit, karena banyaknya orang yang melaporkan kasus – kasur ke kantor polisi ini.
“Pak Pinokirno, silahkan masuk!”, dipanggilnya namaku oleh salah satu polisi.
Masuklah saya ke ruangan Pak Hendrawan.
“Silahkan duduk, Pak Pinokirno”,
“Ada apa Pak menelfon saya? Apakah sudah ada kabar tentang pembunuhan kerabat saya?”,
“Saya memanggil saudara Bapak Pinokirno ini untuk menyampaikan bahwa kami berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya kerabat Bapak, Krisna”,
“Alhamdulillah”,
“Tapi, disaat proses penangkapan tersangka, ada salah satu tersangka yang kabur. Dan dia masih menjadi buronan polisi. Kami sudah berusaha maksimal, tapi Bapak tenang saja, secepatnya saya akan menangkap tersangka terakhir yang kabur itu”,
“Waduh, jujur saya masih belum bisa tidur nyenyak Pak kalau kejadiannya seperti ini, tetatpi apa boleh buat. Terima kasih atas bantuan Bapak”,
“Sama - sama Pak Pinokirno”.
Aku kembali ke rumah dengan perasaan yang campur aduk. Aku takut jika hidupku diganggu dan mungkin keluargaku akan dibuat hidupnya tidak tentram. Benar saja, ketika aku menginjakan kaki di teras rumahku, ku dengar suara teriakan adik bungsuku. Segera aku lari ke dalam rumah, tetapi tiba tiba aku di tarik dari belakang oleh salah satu pekerja tambang.
“Cepat kabur dari sini, mereka semua mencarimu mereka ingin membunuhmu!”,
“Lalu aku harus kabur kemana? Bagaimana nasib keluargaku?”,
“Pergilah ke ibu kota! Serahkan saja keluargamu padaku, aku berjanji akan mengurus keluargamu disini!”,
“Baiklah kalau memang begitu, aku percaya padamu. Terima kasih Mas. Jaga keluargaku baik baik”.
Pergilah aku ke ibu kota. Aku membeli tiket bis lalu ku lanjutkan membeli tiket kereta api dengan tujuan ke ibu kota. Aku duduk di bangku paling belakang. Dengan perasaan hancur dan khawatir, memikirkan nasib keluargaku saat aku tinggal ke ibu kota. Suara teriakan adik bungsuku masih membisiki telingaku. Ku coba menutup mata sejenak untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi padaku, tetapi selalu saja bayang - bayang keluargaku datang ke dalam pikiranku.
Untuk pertama kalinya, akhirnya aku menginjakan kaki di ibu kota. Seperti bayi yang baru lahir, aku merasa aku tidak tahu apa - apa tentang ibu kota, dimana aku akan tinggal, dimana aku akan makan dan minum, dimana aku akan mandi. Sungguh perasaan bingung ini menyelimuti diriku.
Ku telusuri jalan menuju alun - alun kota, yang ku ketahui letaknya tidak jauh dari stasiun ibu kota. Disaat aku sedang menyebrang jalan, ku lihat mobil hitam yang pernah ku lihat sebelumnya. Dan akhirnya aku sadar jika mobil itu adalah mobil yang dimiliki oleh salah satu dari sekumpulan orang yang membunuh Krisna. Mobil itu makin dekat dan dekat, tiba - tiba *DUGGGGG*. Mobil itu menabrakku hingga ku terpental beberapa meter dari tempat penyebrangan. Dengan menahan sakit di sekujur tubuhku, kulihat ada orang turun dan memukuliku hingga pingsan.
Disaat aku terbangun setelah aku pingsan ditabrak dan dipukuli oleh pembunuh Krisna, aku kebingungan. Karena aku berada di sebuah toko kayu tua. Badanku terasa sakit semua dan seperti ada yang mengganjal di seluruh tubuhku. Saat aku lihat, ternyata tangan, kaki dan semua tulangku yang patah digantikan dengan sebuah kayu.
“Kamu sudah sadar nak?”,
“Aku berada dimana ini? Dan mengapa tubuhku ini dipenuhi dengan kayu-kayu? Lalu kamu siapa kakek tua? Apakah kamu yang membawaku ke toko kayu ini? Kemana barang-barangku? Kemana uang-uangku?”,
“Sebelumnya perkenalkan dahulu. Nama saya Zapato. Saya seorang tukang kayu di Desa Bukanbogor. Kamu sekarang berada di rumah saya, di toko kayu. Saya yang menyelamatkan hidupmu, nak. Jika kamu tidak saya operasi dengan kayu kayu ini, kamu tidak akan bisa bergerak selayaknya manusia biasa lagi, karena tulangmu patah dan retak. Dan lebih baik kamu berisitirahat saja, jangan banyak bergerak dan berbicara dulu. Kondisi kamu masih sangat lemah”,
“Sungguh saya berterima kasih padamu Kakek Zapato. Kamu telah menyelamatkan saya, menyelamatkan nyawa saya. Maaf tadi saya berbiacar tidak sopan. Saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan saya”,
“Simpan saja terima kasihmu ini nak. Sekarang tidurlah. Aku akan membuatkanmu sup agar badanmu terasa hangat”.
Lalu Kakek Zapato pergi ke dapur dan membuatkanku sup. Ingin sekali membantu kakek tua itu membuat sup, tapi apa daya tubuhku ini menolaknya. Bangun untuk duduk saja aku tidak bisa. Ku lanjutkan saja tidurku sejenak. Tidak lama kemudian aku di bangunkan oleh Kakek Zapato karena supnya sudah jadi.
“Makan dulu nak supnya. Selagi masih hangat”,
“Terima kasih Kek”.
Sudah berbulan-bulan aku tinggal di rumah Kakek Zapato. Aku dirawat, dituntun untuk berjalan, diajarkan untuk menggerakkan semua kayu-kayu yang ada di tubuhku ini, bahkan aku akan di kuliahkan di perguruan tinggi yang cukup terkenal di ibu kota. Aku bingung bagaimana caranya untuk mengungkapkan rasa terima kasihku, karena tidak mungin jika ku ucapkan hanya dengan kata kata saja. Dia banyak berjasa dalam hidupku.
Pagi-pagi buta, aku sudah dibangunkan oleh Kakek untuk sarapan dan kuliah pertamaku jam 7 pagi. Aku berangkat dengan mengendarai sepeda Kakek yang khusus dia belikan untukku kuliah. Tidak lupa Kakek memberikan aku sejumlah uang untuk membeli buku. Ini hari pertama aku kuliah, aku harus serius belajar agar dapat membanggakan Kakek Zapato.
Sesampainya di perguruan tinggi, segera aku pergi ke ruangan administrasi untuk membeli buku. Tetapi tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang.
“Hey, kamu anak baru ya disini? Kenalkan namaku Ramadhanti. Biasanya sih aku dipanggil Dhanti. Kalau boleh tau, nama kamu siapa ya?”,
“Ehhh, haai. Nama yang bagus. Namaku Pinokirno. Di desa tempatku tinggal sih aku sering dipanggil Kirno.”, ucapku terkaget saat ada yang menepuk pundakku.
“Terima kasih ya. Bolehkah aku memanggilmu Pino saja? Biar beda aja gitu sama yang lain”,
“Sama=sama. Gapapa kok. Terserah kamu aja mau manngil aku apa”.
Setelah berkenalan dengan Dhanti, ku lanjutkan untuk membeli buku di ruangan administrasi. Ternyata bukunya cukup banyak dan aku begitu kerepotan untuk membawanya ke kelasku. Ternyata ada Dhanti di belakangku dan menawarkan bantuan untuk membawakan buku-bukuku.
“Perlu bantuan, Pino? Sini berikan sebagian bukumu agar kamu membawa semua buku itu tidak terlalu banyak”,
“Terima kasih Dhanti”.
Pelajaran hari ini pun berakhir. Aku pulang kuliah dengan membawa buku yang sangat banyak. Ku gowes pelan-pelan sepedaku agar buku yang kubawa tidak jatuh berhamburan di jalan. Setibanya di rumah aku menyimpan bukuku di rak buku yang sudah kubuat sebelumnya dengan Kakek. Kakek memang sangat baik. Dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Dan aku menceritakan semua kejadianku di tempat ku kuliah tadi. Kakek tersenyum saja dan berkata,
“Kamu suka dengan perempuan itu Kir?”,
“Mungkin iya Kek, saat dia menyapaku dan ku tatap wajahnya. Ingin ambruk rasanya tubuhku ini Kek”,
“Hahaha…. Bisa saja kamu Kir. Saran dari Kakek ya hanya jika kamu memang beneran suka dengan dia, janganlah kamu menyimpan perasaan kamu ini terlalu lama. Nanti keburu diambil loh sama orang lain”,
“Iya Kek, aku juga berfikir seperti itu. Hanya aku bingung harus memulai darimana. Aku juga takut Kek dia tidak bisa menerima kekuranganku ini. Apakah dia akan mau memiliki kekasih seorang yang bertubuh kayu seperti aku ini?”, ucapku dengan lemas.
“Kakek tidak bisa mebantumu Kir, hanya kamu yang tahu bagaimana caranya. Kamu harus yakin dengan apa yang kamu miliki saat ini. Mungkin itu bisa menjadi kelebihanmu.”.
Bertahun-tahun setelah kejadian yang ku alami. Aku akan di hadapkan dengan wisuda. Dan hingga saat ini pun aku belum mengungkapkan perasaanku kepada Dhanti. Sekarang Dhanti sudah memiliki kekasih. Aku cukup menyesal karena bukan akulah kekasih Dhanti saat ini. Tapi inilah resikoku akibat aku terlalu lama menyimpan perasaan ini. Mungkin karena perasaan takut inilah yang menghalangiku untuk mengutarakan [erasaanku kepada Dhanti. Aku takut jika Dhanti tahu kalau aku bertubuh kayu seperti ini, dia akan menjauhiku.
Acara wisuda pun dimulai. Aku datang dengan Kakek Zapato. Salah satu alas an aku bersemangat hari ini selain aku akan menjadi sarjana adalah Dhanti. Aku selalu mencari tempat duduk di dekat Dhanti, agar aku selalu merasa nyaman berada di dekatnya. Dia duduk bersebelahan dengan kedua orang tuanya. Dan terkadang aku melihat dia berbincang mesra dengan kekasihnya. Dhanti tersenyum saat dia melihatku. Aku pun tersenyum balik kepadanya. Tidak tahu apa maksud dari senyuman itu, atau mungkin perasaanku saja yang berlebihan.
Setelah acara wisuda selesai. Aku berniat untuk mengutarakan perasaanku selama ini. Aku tidak berpikir panjang, aku tahu dia memiliki seorang kekasih tapi niatku sudah bulat. Ku tarik nafasku dan aku akan mengatakan semua tentang perasaanku kepadanya. Ternyata dia sedang duduk sendiri di kursi taman di bawah pohon yang rindang. Segera aku menemuinya dan duduk di sampingnya.
“Boleh aku duduk disini?”,
“Tentu saja boleh dong Pin”,
“Mengapa kamu duduk sendirian disini?”,
“Aku hanya ingin sendiri saja Pin, aku merasa bingung. Setelah selesai kuliah ini, aku harus memulai karirku untuk bekerja bagimana. Aku takut jika aku tidak diterima sebagai pegawai dimana-mana. Orang tuaku di aula, sedang berbincang dengan teman lamanya”,
“Kamu harus optimis dong. Kamu harus percaya sama apa yang kamu miliki saat ini. Masih ada orang yang tidak seberuntung kamu bisa wisuda hari ini. Nanti akan aku bantu ya mencarikanmu pekerjaan”,
“Terima kasih banget ya Pin, emang kamu tuh paling pengertian. Oh iya, ada apa kamu kemari Pin? Ada perlu denganku?”,
“Kamu ini selalu saja memujiku berlebihan. Tapi, sama-sama ya. Engga kok, Dhan. Aku hanya ingin mencari udara segar di sekitar sini, eh tidak sengaja aku melihatmu sendiri duduk disini ya sudah aku menemuimu saja”,
“Engga kok, aku serius Pin. Aku kira kamu ada keperluan lain menemuiku. Aku sudah di SMS orang tuaku nih untuk segera pulang ke rumah. Aku pulang duluan ya Pin”,
“Tunggu sebentar Dhan!”, kupegang tangannya saat dia hendak pergi.
“Ada apa Pin?”,
“Aku saying kamu Dhan. Aku cinta kamu. Mungkin aku terlalu lama untuk mengungkapkan ini semua. Aku juga tahu jika kamu juga sudah ada yang memiliki. Tetapi setidaknya hatiku sudah tenang, sudah bisa mengungkapkan ini semua. Aku tidak berharap lebih kok. Kamu tahu perasaanklu saja itu sudah cukup”,
“Pino, ini kata-kata yang aku tunggu setelah pertemuan pertama kita di dekat ruangan administrasi. Aku selalu nyaman berada di dekatmu. Aku kira kamu tidak ada perasaan denganku, maka dari itu aku menerima cintanya Doni. Mungkin kamu belum tahu, aku sudah tidak bersama Doni. Itu sudah cukup lama. Aku juga sayang kamu Pin”,
“Ya ampun Dhanti. Aku tidak menyangka aku dapat mendengar semua ini dari mulut kamu. Sungguh aku senang sekali”, ucapku dengan tegangnya seperti ada yang mengguyur tubuhku ini.
“Lalu? Apakah hanya mengutarakan saja? Nanti keburu aku diambil orang loh”,
“Eh iya, kamu mau tidak menjadi kekasihku Ramadhanti?”, ucapku dengan diiringi oleh gugurnya daun dan angin yang membuat suasana semakin romantic.
“Aku mau kok Pinokirno”, ucapnya malu.
Kami pun berpelukkan. Kami melanjutkan hubungan kami ini ke jenjang yang lebih serius. Sekarang aku resmi menjadi suami dan sekaligus sebagai bapak dari 2 anak kami. Kejujuran itu penting. Kejujuran dapat mengantarkan kita ke keberuntungan yang tidak kita duga. Kita harus berani jujur dengan apa yang kita hadapai. Sekarang hidupku bahagia selamanya.

Mr.Bean and The Philosopher's Stone

Mr.Bean and The Philosopher's Stone