Bulan, kata orang kamu menerangi gelapnya malam dengan terangmu. Tapi mengapa aku merasakan kegelapan? Bintang, kata orang kamu menemani setiap langkah di malamnya hari. Tapi mengapa aku merasakan kesepian?
Facebook Badge
Kamis, 11 Oktober 2018
Selasa, 25 September 2018
Gundah
Bukankah menyukai seseorang seharusnya menyenangkan? Jika iya, mengapa aku merasa kesepian? Adanya kegelisahan. Tidakkah kamu sadar, dari lamanya waktu yg berputar telah kita habiskan bersama? Kamu ketuk, kubukakan pintu tapi kamu tidak mau masuk dan hanya bergumam kebingungan. Maybe it's time to get closer? Or it's time to be another loser?
Rabu, 05 September 2018
Putaran Waktu
Ketika mentari bersinar, aku hanyalah sebatas angin yang bertiup sederhana. Namun ketika purnama datang, kamu pun hadir dengan cahayamu. Berbaring aku menatap langit, menghitung berapa kali kamu membuatku tersenyum sendiri dan terkadang aku dibuat terhempas dengan cuitanmu. Setiap waktuku membayangkan sebuah dialog yang akan kita diskusikan ketika berjumpa. Akankah? Semoga saja. Dan ini rahasia yang kamu tidak tau, bahwa namamu lah yang selalu ada di doaku.
Kamis, 26 April 2018
Aku, pernah.
Aku pernah terbang, menelusuri langit dengan awannya.
Aku pernah tenggelam, mengarungi laut dan ombaknya.
Jatuh, bangun, bangkit memang mudah
Tapi tak semudah membalikkan pondasi rumah
Aku ingin menyentuh matahari, memeluk sinar dengan panasnya
Aku ingin menggapai bulan, menggenggam dan berharap pada terangnya
Minggu, 27 Agustus 2017
Cinta
Aku pernah terlahir berdua
Bersama mengarungi lautan
Kau kenalkan arti dari cinta
Tawa canda kita ciptakan
Cinta ini perlahan membingungkan
Senyumanmu tak lagi sama
Cerita kita yang ku tuliskan
Cerita cinta untuk kamu dan dia
Dulu kita berdua saling berbagi dunia
Setiap waktu terasa lebih lama
Kamu sentuh hatiku kamu ambil jiwaku
Kini kau tinggalkanku terjebak masa lalu
Yang ku tahu
Cinta itu adalah anugerah
Cinta itu adalah samudera
Cinta itu adalah dunia
Cinta itu adalah kamu
Selasa, 15 Agustus 2017
Hilang.
Terdampar di sebuah pulau tanpa mata angin yang mendampingi. Terombang-ambing hingga ke sudut samudera. Terhempas terpaan nada-nada patah hati. Diam, merenung, sambil berpikir "kenapa aku?". Terlintas bayangan yang perlahan menghampiri. Menyapu bersih sisa luka lama dan dibuat bangunan indah di dalam jiwa. Tinggi hingga tak seorang pun dapat meraihnya. Ku sentuh, ku belai, namun terasa hampa. Datang, pergi, lalu meninggalkan jejak. Saat ditelusuri, aku tersesat. Tanpa dinding tanpa angin. Satu-satunya yang tertanam dan selamanya akan tumbuh di tubuhku ini adalah kehampaan. Bertumbuh besar hingga tak mampu terbendung. Sama sepertimu, karena kamu seorang yang nampak tapi tidak terlihat. Ada tapi bukan disini. Terimakasih dan salam dariku untuk kebahagiaanmu.
Halo, Jogja!
Jogja,
Kota indah seribu bahasa
Kota indah lekat dengan budaya
Bagian kecil dari Nusantara
Jogja,
Si kecil ikut menikmatimu
Mengagumimu dari bayang semu
Mengukir kenangan dengan rindu
Jogja,
Tak kan ku lupakan jasamu
Jika engkau rindu akanku
Panggil aku, aku siap bertamu
Mr.Bean and The Philosopher's Stone
